conclusion

Nggak usah takut kalau di suatu pertemanan timbul konflik. Konflik seharusnya di tujukan sebagai media evaluasi. Jika dalam sebuah pertemanan yang ada hanyalah keadaan yang datar maka sebenarnya salah satu atau beberapa anggota dari pertemanan tersebut adalah musuh dalam selimut atau hanya menampakkan wajah semu penuh kemunafikkan karena tidak ada satupun yang mengeluarkan pendapatnya secara terbuka. Konflik itu tidak hanya berdampang regressive, tetapi juga progressive.

 

Jakarta, 15
16 December 2011

Tasabella.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s